Saturday, January 14, 2012

To: Kau yang duduk di sudut Halte.

Hai Kamu…
Hahaha, akhirnya Aku menulis surat ini juga. Kau mungkin heran (atau nggak?) kenapa di jaman modern ini masih ada yang nulis surat.
Begini, sebenarnya maunya aku kenalan langsung dengan kamu. Kau tahu? kita itu sudah bersama sejak lima bulan lalu. Haaa… Kau pasti langsung nebak-nebak siapa aku. Tapi aku yakin Kau nggak akan tau siapa aku, karena selama lima bulan pertemuan kita (?), tak sedikitpun mata indahmu menatapku, atau bahkan menatap orang-orang lain disekitarmu. Setiap Kau datang pasti selalu duduk di sudut halte ini kemudian seperti tak menghiraukan sekitar, Kau akan langsung menunduk membaca buku yang judulnya entah apa.

Aku masih ingat lima bulan lalu, saat itu hari pertama kerja, aku tidak terlalu memperhatikanmu, namun beberapa hari berikutnya Kau mangalihkan duniaku (kaya iklan ya hehe). Betapa tidak Kau selalu berpenampilan sama, blazer hitam, celana jins hitam dan sebuah tas putih. Dan juga Kau selalu duduk disudut halte ini, dan seperti sudah dibooking, tak ada orang lain ditempat yang Kau duduki sekarang. Ya mau tak mau aku terpaksa meperhatikanmu, dan lama-lama jadi kebiasaan. Aku sampai hafal jam kedatanganmu dan angkot apa yang kau naiki.
Aku masih belum berani mendekatimu langsung, maka surat ini kuanggap sebagai awal perkenalan, siapa tahu setelah ini kita bisa ngopi-ngopi di warung depan :D

Baiklah, untuk awalnya segitu saja dulu. Takutnya jika surat ini terlalu panjang Kau keburu membuangnya ke tong sampah. Oh ya, jika Kau berniat membalas surat ini, selipkan saja balasannya di besi tepat dimana surat ini Kau temukan. Aku pasti membacanya.

Salam
Lelaki yang melihatmu dari jauh.

NB: Tulisan saya jelek, harap dimaklumi (telat kasih taunya)

Wednesday, January 4, 2012

2012

Yup, udah tahun baru lagi, atau lebih tepatnya bagi saya ini merupakan tahun baru ketiga di LUWUK...
Yes gw masih disini, di peninsula timur Celebes, menghitung hari menunggu kejutan.
Ada yang berubah, tentu, karna waktu tidak pernah sama, begitu juga sekarang.
Malam pergantian tahun ditandai dengan hujan yang cukup deras mengguyur kota Luwuk, sehingga rencana saya dengan teman-teman untuk menghadiri pesta kembang api tidak sukses. Kami hanya berdiri di depan rumah menatap langit yang saat itu cukup bercahaya dengan pijaran cahay kembang api.
Tak seperti tahun lalu saat saya dengan seorang teman Yunas berkeliling kota Luwuk sampai pukul 4 pagi. Yup 4 pagi, dan memang di Luwuk pada tahun baru, tidak ada kata tidur. Semua berpesta, dan perayaan tahun baru ini mengalahkan perayaan lainnya. Tahun ini Yunas telah menikah dan saya ditemani teman lain yang usianya jauh dibawah saya. Begitulah alam berbahasa karena sepertinya tahun baru ini saya sendiri maka hujan pun turun seakan menghentikan semua langkah bagi sebagian orang.
Dan setiap pergantian tahun selalu ada tanya, apa yang telah kau capai di tahun lalu dan apa harapanmu ditahun baru ini. Dan saya tak pernah bisa jawab, karena bagi saya pergantian tahun tidak merubah apapun kecuali usia yang makin bertambah. Kalaupun ada target itu tak lebih target dari kantor yang jadi nilai di pekerjaan saya.  Sesuatu terjadi bukan tanpa alasan maka berusaha menjadi terbaik adalah hal mutlak karena manusia yang beruntung itu adalah yang hari esoknya lebih baik dari sekarang.
Jika Tuhan mengijinkanmu melakukan sesuatu maka akan terjadi atas kehendakNya. Rencana adalah milik kita tapi tetap Tuhan penentunya. Dan disisa usia apa yang bisa kita perbuat?
Udah dulu, mau bikin nota ------ bikinnya dikantor loh------- :))

Sunday, April 10, 2011

Off The Record OJT II

by Khairul 'Badai' Abdi on Sunday, 18 October 2009 at 14:45
Pagi itu di sebuah sudut kota Jakarta…
“Minggu ini kita harus berhasil” kata wanita berambut lurus sebahu…
“ Tentu saja, kita buktikan pada dunia…” Kata wanita bermata sipit sambil mengacungkan tiga jarinya keatas..METAL!!!
“Jangan sampai kalah sama Dora!!!!” Kata wanita kecil berjilbab tak kalah lantang nya…
“DORA??????”….
“Iya Dora, yang selalu berhasil itu lho…” sambung wanita itu sambil mengangkat dua tangannya dan melompat sambil berkata “ berhasil..berhasil…horee!!”
Itu adalah sebagian keributan kecil tiga wanita muda yang entah untuk apa. Yang jelas pagi itu disudut kota Jakarta, mereka tiba2 berkumpul seperti mau demo menurunkan harga tas LV yang katanya ada keluaran terbaru di Plaza Indonesia, anda sudah beli belum???.
Ini adalah cerita masa zaman dahulu kala, mungkin diantara anda ada yang belum lahir saking lamanya. Tepatnya tahun 2008 Masehi, Lho?? Untuk menyamarkan pelaku kita sebut saja nama perempuan berambut sebahu itu dengan sebutan Shinta, perempuan bermata sipit itu kita sebut saja Kiki dan perempuan kecil berjilbab itu kita sebut saja Rini. Penyamaran nama mereka murni untuk menjaga nama baik mereka yang mungkin dalam cerita ini akan dihancurkan Huahahahaha… (Tawa setan)
Kita Lanjutkan…
“Tapi kita belum lengkap nih…”kata Shinta
“ Iya, dia selalu saja telat..huh..” ujar Kiki sambil menyipitkan matanya, biar kesan sinetronnya lebih terasa, tanpa dia sadari matanya malah jadi hilang.
“Bagaimana kalau kita duluan saja?” Rini mengusulkan.
”Kita tunggu saja” jawab Shinta.
“Ntar kita telat” sambung Rini,
“Masih setengah jam lagi kok” jawab Kiki.
“Ntar lift nya penuh..” Rini masih berusaha.
“Nggak ah orang nya nggak sebanyak di pasar kok” .
“ Ntar kalau ada teroris gimana?”, “Ntar kalau kita di sandera gimana?” Ntar kalau kita masuk tipi gimana” Ntar kalau kita ditangkap densus88, Ntar…
“RINIIIIIII!!!!”
Teriakan shinta dan Kiki tiba2 saja menghentikan ocehan rini. Disudut sana seorang lelaki tua tiba-tiba saja pingsan mendengar teriakan itu.
“Kenapa sih?” Masih lama juga kok, trus teroris tuh mana ada main sandera2an, kalau masuk tipi mungkin memang benar tapi bukan karena teroris, tapi karena kita memang pantas masuk tipi” Shinta mengoceh panjang lebar.
“ Soalnya saya mau ke toilet” jawab Rini kalem. Oalaaaah…
Tiba-tiba ditengah kerusuhan itu, sebuah mobil sedan hitam metalik datang. Seorang lelaki parlente keluar dengan elegannya. Sejenak mereka terpana. Angin sepoi-sepoi entah kenapa tiba2 saja berhembus menambah dramatisnya suasana diiringi music Kenny G. Lelaki itu muncul dengan senyum yang menawan mengembang tanpa dosa.
“ Selamat pagi…” sapanya mantap.
Demi mendengar suara cempreng itu ketiga wanita itu pun sadar, dan tiba-tiba saja suasana berubah menjadi mengerikan.
“Hei.. lo kira kita menunggu hanya untuk LO AJA!!! Kiki memulai dengan mengacungkan jari telunjuknya tepat ke wajah si lelaki.
“ Masih sempat senyum lagi…Janjinya jam setengah tujuh sekarang jam tujuh, lo kira kami apa? POLISI TIDUR!!! Shinta menambah garangnya suasana.
“ Sebentar shin, kok lo perumpamaannya polisi tidur sih? Apa hubungannya?” Tanya kiki heran…
“ Soalnya itu yang terpikir ama gw” Kan ga mungkin gue bilang dinosaurus”.
“Bener juga ya” Kiki manggut2..
“ Eh sampai dimana kita tadi?”
“Toilet” sambar Rini.
“iya kenapa lu toilet????? Sambar kiki sambil tetap mengacungkan telunjuknya ke sang lelaki.
“Toilet?”
“Eh Maksud gw telat.. Kenapa lu telat?”
“Oh tadi ada kerjaan dikit yang harus diselesaikan…”
“Kerjaan???”
“Iya… makanya gw naik sedan itu” Jawab sang lelaki dengan bangganya…
“Ya.. ampuuun, lo sekarang punya mobil? Berarti bisa dong kita ntar dianter pulang, kali ini lo dimaafin deh..” Shinta tiba-tiba saja melunak..
“Eh..oh..eh..bukan.. itu bukan mobil saya”
“Oh jadi itu mobil bonyok lo, trus di kasih sopir juga, gilee tajir mampus lo…” Rini menimpali sambil berharap ntar sore bisa dapat tumpangan gratis.
“Bukan juga.. itu..ngg anu..”
“Trus???”
“ Itu mobil orang, saya juga ga kenal siapa, biasa kok tiap pagi gitu”
“Haaa… ada orang yang sengaja ngasih lu tumpangan?” Lu artis ya??”
“ Cita2 dan tampang sih iya, tapi bukan itu maksudnya, tiap pagi kan gw jadi joki 3 in 1, jadi di kasih tumpangan gitu, lumayan dapat 20.000” Kata si lelaki dengan sumringah (berasa artis)
Brukk…
Tiba2 si lelaki oleng, sebuah tas laptop dengan kekuatan meyakinkan tiba2 saja melayang ke tubuhnya…
“Yeee..kirain!!, tuh bawain tas laptop gw, udah telat, jadi joki, mimpi jadi artis lagi, kalau artis dunia satwa mungkin gw dukung lo…” sengit Kiki.. si lelaki hanya mingkem.
“Bisa kita ke toilet sekarang?” Rini dengan wajah sendu.
“Ngapain?”
“Sarapan… LO KIRA KE TOILET NGAPAIN?????... Rini yang kecil seketika berubah jadi raksasa diantara 3 liliput…
“ Oke—oke..” tiga liliput semakin menciut.
Maka keributan itu pun terhenti sejenak, mereka bergegas segera menuju tujuan mereka. Setelah antri di lift dan berdesakkan dalam lift yang seperti jet coaster itu sampailah mereka di tempat tujuan lantai 10.
Seorang satpam dengan wajah sulit di gambarkan menyapa mereka” Ada yang bisa di bantu?”
“Toilet dimana ya??” Rini langsung menyambar.
Sesaat wajahnya bingung, tak menyangka pagi2 sudah di tanyai toilet, alamat akan sial hari ini, pikir si satpam dalam hati.
“Eh.. toilet, lurus aja belok kiri..”
Tanpa ba-bi-bu rini langsung melesat bak meteor di malam hari yang mangabulkan permintaan manusia yang menyaksikannya..(lebay ya? Sengaja kok…)
Tinggal tiga manusia lainnya bengong, si satpam juga bengong…



Kokok…
“APaan tuh?”
“Oh itu ring tone HP saya”..
“ Aduh mbak, mas kalau ke toilet ga harus ke lantai sepuluh kan, di bawah kan juga ada, gratis kok”
“ Ga papa kok pam, sambil jalan-jalan” Kata si lelaki mencoba terlihat bersahabat.
“Loh jalan2 kok disini, dari kampung ya???”
“ Adduh pak maafkan teman saya ini, dia memang udik, sangat jauh dari peradaban manusia normal” Shinta mencoba mengklarifikasi, takut tuh satpam menyangka beneran kampungan, jadi cukup lelaki itu saja. “Kalau jalan mah bukan disini ya pak ya, masak di lantai sepuluh, kalau mau, disana lantai 15 yang lebih tinggian dikit, yak an pak?” kata Shinta sok mantap. Si lelaki manggut-manggut mendengar saran Shinta yang lebih keren itu.
Si Satpam dan Kiki hanya tertegun. Satpam berpikir hari ini bener2 hari sialnya, sedangkan Kiki merasa dunianya beberapa hari kedepan akan terasa sulit dengan adanya mereka.
Beberapa saat kemudian Rini datang dengan wajah yang sangat lega.
“Begini pak, kami kesini mau trening, kalau toilet anggap aja sebagai bonusnya” Kiki mengambil alih.
“Oh, mau trening, bilang dong dari tadi” Ujar satpam lega. “Tapi, mbak2 dan mas salah alamat, kalau mau trening kita ga nyediain, disini perkantoran, kalau mau di tanah abang banyak mbak, kemaren istri saya beli 10 ribu satu” Kata satpam sambil tersenyum.
Keempat manusia lainnya bengong.
“Aduuh bapak ini, pernah makan bangku sekolahan ga sih?” Trening, or in english we can say Training, that’s mean Trening. Do you understand?” Rini menjelaskan dengan mantap. Tiga temannya hanya memandang penuh kekaguman. Rini emang jago bahasa Zimbabwe pikir mereka.
“Saya memang ga pernah makan bangku sekolahan mbak, saya kan bukan rayap” Jawab satpam kalem. “Dari pada lama-lama, mbak2 dan mas temui atasan saya saja ya..” Satpam itu tiba2 mengusulkan ide cemerlang. Empat sekawan itu pun mengikuti satpam dan kemudian bertemu dengan bapak-bapak pimpinan kantor tersebut.

******
“Selamat pagi pak..”
“Pagi…” jawab seorang bapak-bapak. Logat Jawanya kental sekali.
“Ini pak ada Tiga anak kecil dengan langkah malu-malu, datang ke salemba sore itu” satpam mulai berpuisi
“Hey!!!” Sontak empat orang lainnya menatap tajam ke satpam.
“Oh maaf, bakat saya memang suka muncul saat mentari pagi masih bersinar lembut” sang satpam tetap berpuisi. “Ini pak ada yang mau trening disini”
“Hmmm… oke silakan duduk..”
Keempat makhluk itu saling berpandangan…
“Duduk dimana pak?”
“Oh ga ada kursi ya? Kalau begitu berdiri saja hahahaha…” si bapak terbahak.
Dimana lucu nya? Keempat manusia itu saling pandang.
“Jadi, kalian mau trening disini?”
“Iya pak, saya shinta, ini Kiki, dan Rini mau trening disini pak” kata Shinta menjelaskan.
“Loh kalau Cuma tiga orang, kenapa cecunguk ini ada disini?” kata si bapak menunjuk si lelaki yang merasa tak dianggap.
Shinta baru sadar kalau dia belum memperkenalkan si Lelaki. “Oh…maaf pak, maklum dia jarang exist… Kita panggil saja dia Badai pak…”
“Ga ada nama yang lebih bagus?” Sambut si bapak.
“Daripada Ngatinem pak, kan lebih ga bagus lagi” jawab shinta sambil tersenyum.
“Betul juga ya…” si Bapak manggut-manggut. “Tapi Ngatinem bagus kok namanya”
“Aduuh ahahahaha… Bapak ini, kampungan banget sih, dimana letak bagusnya… ahahahaha….” Shinta menjawab persis ibu2 kalau lagi ngegosip, kebayang kan?
“ Tapi menurut saya bagus kok, soalnya Ngatinem itu nama istri saya” Jawab si Bapak kalem.
Suasana berubah jadi sunyi dan kaku.



Kokok
“Ok baiklah, pokoknya kalian kalau disini harus adaptable, karena orang2 disini receivable kok, sehingga nantinya ilmu yang kalian terima bisa applicable, dan kalian pun bisa bekerja dengan responsible”
“Ok pak, kami akan berusahable dengan baikable, sehingga kami bisa lulusable dengan nilai sempurnable” jawab Rini berusaha menyesuaikan bahasa. Semua memandang Rini dengan kagum, sekali lagi Rini emang jago bahasa Zimbabwe. Kecuali sang bapak, dia memandang Rini dengan wajah bingung, tidak mengerti sama sekali.
“Ok kalau begitu kalian langsung saja ke dalam, ntar kalau mau tau tentang apapun tinggal Tanya yang lainnya. Ok!
“ok deee…” jawab kelompok it serempak.
Singkat kata singkat cerita, setelah basa-basi mereka pun duduk di kubikel mungil yang telah disediakan.
“Kita harus serius, mari kita susun rencana” Shinta mulai percakapan mereka.
“Iya, begini saja, pagi ini kita bikin janji ama mentor, trus kita tandem, ntar sore kita diskusiin lagi” Kiki mengusulkan.
“Ide bagus, pokoknya kita harus dapat nilai yang bagus” Rini bersemangat sekali.
“Iya, yuk kita mulai..” Shinta menyambut dengan antusias.
“Errr teman2 saya ada lho...” Badai tiba2 bersuara setelah selama ini merasa tak dianggap.
“Emang kenapa” jawab Kiki tak peduli.
“Saya boleh usul, sebaiknya kalau mau menemui mentor, jangan pagi2 ini, soalnya mereka pasti lagi sibuk banget, ntar aja agak siangan dikit” Badai memberi usul.
“Bener juga ya…”
“Sekarang mending kita baca bahan aja dulu” Badai kembali mengusulkan.
“ yup itu bener” sambut rini “Sekarang siapa yang punya bahan?”
“Dien” jawab Badai.
“Dien??? Siapa tuh?”
“Tetangga sebelah…”
“Hmm, diantara kita emang ga ada yang punya?”
“Coba liat di laptop gw deh dai, siapa tau ada” Kiki menimpali.
Tanpa babibubebo Badai langsung mengutak-ngatik si Laptop hingga….
“Aha…”
“Ada???” Kiki, Shinta dan rini serempak.
“Eh bukan, tapi saya menemukan game cooking akademi, kayanya bagus” sahut badai
“yeee kirain, tapi emang seru kok permainannya, gw aja udah di level 3 “ Kiki bangga.
“Oh ya? Coba dong dai…” Rini antusias. Maka Rini dan Badai pun sibuk main cooking academy.
“eh gw juga ada nih game yang seru, game nya nyari2 yang hilang gitu..” Shinta ga mau kalah.
“Oh ya” kata kiki, beberapa saat kemudian shinta dan kiki pun sibuk dengan game nya.
Niat mulia mereka untuk belajar pun hancur gara-gara seorang badai. Sekarang mereka malah sibuk main game. Sekali-kali terdengar cekikikan mereka berempat. Sampai…

** Bersambung**

Tulisannya jadi ngelantur, hehehe.. Niatnya sih mau cerita tentang kenangan OJT, eh jadinya begini.. Maaf ya.... Terutama pemeran Utama...

This note is dedicated to:
Rini,kiki dan Mbak Shin
Ini Dia para pemeran Utamanya....

Arsip Lama dari Notes Facebook

Saya tak punya cita2, tapi saya (paling tidak) bisa mewujudkan cita2 mereka....

by Khairul 'Badai' Abdi on Sunday, 09 August 2009 at 18:30
Koto Tuo Tanjung, 15 Tahun yang lalu..
Hari itu saya lagi ada pelatihan dokter kecil, karna kecil jadi yang dipelajari juga yang kecil-kecil seperti pasir, kuman, upil..eh ga deng...
Pada saat itulah salah seorang kakak pengajar yang cantik seperti Novia Kolopaking (maklum waktu itu lagi musim sinetron Siti Nurbaya) bertanya, " Hayo siapa yang mau jadi dokter beneran???
Semua tunjuk tangan kecuali saya. Si Novia Kolopaking pun menatap saya, dan saya pun menatapnya pandangan kami bertemu dan tanpa terasa ada getar... hei stop kamu kan masih kecil waktu itu.. eh iya hehehee, serius lagi.. Si NK bertnya kepada saya, " Kenapa kamu ga mau jadi dokter??" Dengan lugu saya menjawab " Takut liat orang di bedah, soalnya kemaren pas ayam saya di bantai saya lari"...
......
Itu cerita ga penting saya waktu kecil, jadi kesimpulannya jadi dokter bukan cita2 saya!!!!
Tempat yang sama 14 Tahun yang lalu...
"Nilai kamu bagus pasti karena ibu kamu guru" tuduh seorang bapak2 yang ga lulus SD kepada saya. PAdahal Mak saya kan tidak ngajar di sekolah saya. Saya terkejut dan menjatuhkan gelas ditangan saya, padahal waktu itu saya lagi main kasti...(apa hubungannya?) Saya pulang sambil berlari kencang hingga terasa rumah saya kelewatan, dan saya mundur lagi kemudian dengan berapi-api karena emang lagi di dapur saya bertanya pada nyokap "Mak nilai saya bagus karena apa??? Nyokap jawab, "kenapa ya??? hayoo kenapa???" Saya bingung pemabaca ada yang tau ga???
......
Menjadi guru tidak pernah jadi cita-cita saya, karena ibu saya seorang guru, sungguh menjadi guru adalah hal yang mulia dan itu saya lihat didiri Ibu sang perempuan Luar biasa. Ibu saya menagajar didaerah terpencil, untuk mencapainya pada waktu itu Ibu saya harus naik omprengan selama 15 menit, kemudian melanjutkan kaki melintas pesawahan dan hutan selama 30 menit, sementara paginya ia harus menyiapkan segala sesuatu untuk keluarga, Terimakasih Amak.... Saya tak ingin jadi guru, karena waktu itu dipikiran saya jadi guru susah.... Kerja berat gaji kecil... Ibu saya berpesan kerja kantoran lebih enak Nak...
.....
Tempat yang sama waktu yang sama,
Seeprti biasa pada saat musim hujan maka sebagai petani Ayah saya melaksanakan rutinitasnya: Turun kesawah, walaupun ada lagu anak2 yang menceritakan menyenangkannya turun kesawah tapi percayalah bagi saya sang anak petani lagu itu tak berarti apa2... Siapa bilang turun kesawah, mengembala sapi itu enak??? coba saja kalau tak percaya, kalau bukan demi penyambung hidup maka saya akan lebih memilih tidur dirumah saja... Maka ketika kaki saya digigt lintah saat mencabut benih padi untuk ditanam, ayah saya datang menolong dan dengan miris ia berpesan " Belajarlah yang rajin NAk, agar kau tak perlu lagi berpanas-panas dan digigit lintah....
....
Saya akhirnya tak tahu harus jadi apa, tapi yang jelas saya tidak mau jadi dokter, guru dan petani. Maka saya biarkan saja hidup mengalir mengikuti arusnnya. Ketika SMP saya masuk SMP X atas saran paman, ketikan SMA saya masuk SMA Y karna saran Kakak,ketika kuliah saya masuk jurusan Z karena kebetulan temen saya telah memilih jurusan yang saya pilih sebelumnya, sehingga saya mengalah dengan melempar koin burung atau angka.
.....
Memilih pekerjaan saat ini pun bukan bagian dari rencana saya, karena memang menjadi pengangguran itu tidak enak maka saya memasukan lamaran ke semua Instansi termasuk tempat saya saat ini, dan Tuhan punya cara indah menunjukan rahmatnya, Mungkin saya tidak pernah bercita2 kerja ditempat ini tapi satu hal cita2 ibu saya tentang kerja kantoran telah terwujud, dan kerja di ruangan AC dan tak lagi panas2 sesuai keinginan ayah saya juga telah terlaksana.
....
Saya tak punya cita2 tapi saya berhasil mewujudkan cita2 kedua orang tua saya, itu saja untuk sementara sudah cukup....

Sunday, October 18, 2009

Luwuk 100 hari, Saya dengar, Saya datang, Saya berjuang...

Jauh sebelum perjalanan saya ke Luwuk dimulai, kota ini tak pernah terdengar oleh saya, mungkin juga oleh sebagian teman-teman dan keluarga saya. Maka saat terdengar kata Luwuk, tak ada gambaran apapun muncul di kepala saya. Kota ini seperti tenggelam di hirup pikuknya negeri ini.

Adalah hari itu, Senin tanggal 18 Juni 2009 cerita ini pun bermulai…
Ekspresi apa yang anda harapkan dari saya ketika mendengar “Anda ditempatkan di Luwuk!” ?
Sampai saat ini pun saya tak bisa menggambarkan ekpresi saya hari itu. Terlalu gelap dan entah kenapa waktu pun seakan menghakimi dengan berjalan lebih cepat. Saya tak bisa berteriak gembira, tapi juga saya tak bisa menangis sedih, kosong hanya itu yang bisa saya katakan. Maka ada dua pilihan dalam menghadapi masalah, hindari atau hadapi. Saya pilih cara kedua karena memang tak ada jalan untuk menghindar.

Melangkah untuk pergi jauh meninggalkan kisah yang telah terungkai memang terasa berat, apalagi saya tidak tahu seperti apa tanah yang nanti akan saya pijak. Namun keterpaksaan kadang membuat semua menjadi ringan, termasuk langkah kaki saya. Sebenarnya jauh hari telah lama saya siapkan hati, bahkan dalam mimpi pun saya telah pernah menginjak kaki di bumi Celebes ini, tapi di Luwuk??? Jangankan mimpi, tahu saja baru hari itu….

Satu hal yang membuat saya kuat adalah do’a, ada banyak do’a melepas kepergian saya hari itu dan do’a itupula yang sampai saat ini menentramkan hati ini. Maka dengan sedikit menguatkan hati, saya ungkapkan, dimanapun kau Luwuk sambutlah kedatanganku.Dari jendela pesawat saya menatap tanah Sulawesi makin dekat, setitik harapan terbersit dihati “ Tuhan, kuatkan aku, seperti yang engkau sangkakan…” Bukankah tuhan mengirimkan tidak melebihi batas kemampuan hambanya???

Luwuk… Pernahkah anda mendengar nama kota ini??? Dulu sebelum ditempatkan disini saya tidak pernah tahu ada kota yang namanya Luwuk, bahkan setelah mendengarnya pun saya tidak tahu dimana lokasi kota ini… Berbekal ketidaktahuan itu saya melangkahkan kaki ke ujung peninsula timur Celebes ini, sebuah tugas menanti saya disana. Di Luwuk, kota yang begitu asing bagi saya, perjuangan saya akan mulai ditorehkan…

Tepat 100 hari yang lalu….
Kaki saya untuk pertama kalinya menginjakan kaki di Kota Luwuk. Segenap pandang saya tebarkan setelah saya turun dari pesawat Batavia yang membawa saya dari Makassar. Asing! Itulah yang saya rasakan, di Kota yang tak pernah saya kenal ini semuanya terasa berbeda. Saya arahkan pandangan ke laut menembus horizon, berharap dibalik itu terbayang tanah kelahiran, namun saya tersadar laut yang saya pandang bertolak belakang dengan tanah saya, saya memandang ke timur. Saya arahkan pandangan ke barat, apa daya terhalang bukit. Harapan saya hanya langit saat matahari bersinar terang, karna saya tahu matahari kita sama, tanpa saya sadari saat itu matahari disini turun lebih cepat 1 jam. Dengan do’a yang terlintas dihati saya melangkahkan kaki di tanah Luwuk, “Ya Allah, lindungi saya disini”.

Luwuk, 100 hari…
Luwuk, adalah ibukota Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah. Terletak diujung timur Sulawesi, tepat di pesisir pantai menghadap kepulauan Banggai. Kota ini memiliki kontur tanah yang cukup unik, selain berbatasan langsung dengan laut, kota ini juga berdinding bukit, sehingga secara keseluruhan kota ini berada di lereng bukit ditepi pantai. Maka jangan heran jika anda kesini jalan tanjakan adalah hal yang lumrah. Selain itu luwuk berdiri di tanah yang berkapur, bukit-bukit kapur menjulang disisi barat kota ini. Pusat bisnis kota luwuk berada di sepanjang pantai, karena disitulah tanah yang lumayan datar.

Masyarakat Luwuk selain penduduk asli, umumnya adalah pendatang, seperti Bhinneka Tunggal Ika. Etnis China, Bugis, Padang adalah suku yang mendominasi disini. Selain itu ada juga suku Jawa, Bali, Minahasa, Gorontalo, bahkan suku Batak. Umumnya pencarian masyarakat disini adalah pedagang, nelayan dan pegawai. Beberapa juga menjadi petani tapi berdomisili di luar kota. Bahasa yang dipakai adalah bahasa dialek Manado dan sedikit pengaruh Makassar, maka tak heran jika akhirnya saya bisa mengerti bahasa Saut dan Olina dan juga mengerti bahasa Cytra dan Yenni, lho?? Di kantor saya saja misalnya anda bisa menemukan, suku Bugis, Jawa, Batak, Bali, dan tentu saja Padang.

Sebagai kota yang terletak di tepi laut yang tenang, kota luwuk merupakan penghasil kekayaan laut yang potensial. Berbagai jenis makhluk laut hidup disini. Kalau selama ini saya hanya bisa nonton makhluk laut pada serial Spongebob Squarepants, sekarang saya bisa menyaksikannya sendiri, ada Patrick, Mr Crab, Squidward, Larry, kecuali Spongebob nya sendiri dan Sandy. (Untuk Spongebob bisa saya temukan di mini market) Selain itu disini juga merupakan penghasil rumput laut dan mutiara alami.

Makanan khas atau kuliner adalah hal yang selalu ditanyakan ketika kita menanyakan sebuah tempat. Tidak ada yang begitu khas disini, yang jelas jika anda kesini anda harus suka ikan. Ya.. karena semua masakan disini didominasi ikan, ada ikan bakar, ikan goreng, sup ikan, yang membedakannya hanya pada bumbu. Dhabu-dhabu bahasa Manadonya. Selain itu disini juga ada makanan dari sagu atau ONYOP, makanan ini lebih terkenal dari Papua yang disana disebut PAPEDA. Makanan seperti lem ini akan sangat nikmat bila dibarengi sup ikan. Ingin sup daging? Ada KALEDO yang tak boleh dilewatkan. Untuk makanan yang lebih ringan anda bisa mencoba Milu Siram, atau jagung yang disiram kuah bakso. Oh iya untuk sarapan anda boleh mencoba Nasi Kuning dengan sambal goreng. Jika ternyata anda bukan orang yang suka bereksperimen dengan kuliner jangan takut karena disini ada juga makanan yang bisa diterima khalayak seperti Masakan Padang, masakan Jawa Timur, Masakan Makassar dengan Coto dan Sup Konronya cukup banyak tersebar disepanjang kota Luwuk. Satu hal lagi yang tak boleh anda lewatkan, yaitu pisang goreng dengan bumbu rica atau bumbu kacang (jujur disinilah pertama kalinya saya makan pisang goreng dengan cabe), cari saja disepanjang pantai anda akan menemukan puluhan kedai penjual pisang goreng. Agar terasa lebih mantap jangan lupa untuk menikmati Saraba, minuman khas dengan aroma jahe yang tak akan pernah saya coba :p

Jika anda ke Luwuk anda mau kemana??? Ya ini juga jadi pertanyaan yang lazim dipertanyakan oleh beberapa orang yang ingin ke sebuah tempat. Mari kita susuri satu-satu. Memasuki kota luwuk anda akan disambut oleh pantai yang Indah dengan View Kota Luwuk dari samping. Kelebihan pantai ini adalah airnya yang sangat jernih dan tenang, maka tak heran jika pantai ini djadikan tempat pemandian bagi seluruh kalangan mulai dari anak-anak hingga orang tua. Sepanjang pagi dan sore pantai ini akan dipenuhi oleh masyarakat yang mandi dijernihnya air laut pantai yang kemudian akan kita kenal dengan Kilo Lima.

Jika anda agak risih dengan adanya kegiatan mandi-mandi dan hanya ingin duduk-duduk saja, datanglah ke Teluk Lalong. Makan pisang goreng sambil menyeruput Saraba akan jadi nikmat seiring merapatnya kapal dipelabuhan Teluk Lalong. Datang lah sore-sore karna kedai-kedai minuman baru akan buka dan anda bisa juga menyaksikan hilangnya matahari di balik bukit.

Ingin menikmati indahnya kota Luwuk di malam hari. KELES adalah tujuan anda berikutnya. Keles terletak diketinggian bukit dengan view langsung kota Luwuk. Dari Keles anda akan melihat kota luwuk secara keseluruhan. Dimalam hari akan menjadi lebih indah karna pesona lampu yang membuat anda berdecak kagum. Menikmati malam sambil minum dan makan makanan ringan menjadi pilihan muda-mudi kota Luwuk di Keles. Tapi bagi anda yang mudah masuk angin sebaiknya siapkan obat masuk angin atau pakailah jaket karena angin malam cukup kencang bertiup di bukit ini. Seandainya Dicky ada saya yakin tak henti-hentinya dia berpose… eh memfoto maksudnya, yang berpose saya :))

Itu hanya sebagian tempat-tempat yang wajib anda kunjungi jika ke Luwuk, jika anda punya banyak waktu anda boleh juga mengunjungi tempat-tempat menarik disekitar Luwuk seperti Bolii dengan pasir putihnya, Desa Wisata Biak, Kayutanyo, dan jika memungkinkan anda bisa melakukan ekspedisi ke kepulauan Banggai, dijamin akan menjadi petualangan yang mengasyikkan (baca juga My Notes: Merah Putih dari Timur… (Catatan Sejarah dari Salakan)).

Seorang sahabat pernah berkata pada saya: “ Saya nggak apa-apa ditugaskan di luar daerah, agar nanti saya punya kisah yang akan saya ceritakan pada anak cucu saya nantinya”. Kini saya yakin saya dan sang sahabat sudah punya banyak kisah yang tak sabar untuk dibagi. Saya masih baru 100 hari disini, entah berapa hari lagi yang saya akan lewati. Hari-hari yang dulu terasa berat kini berangsur manjadi ringan. Bagi sebagian orang saya mungkin sial karena ditempatkan jauh dari megahnya sebuah kota, namun saya merasa beruntung karena disini saya melihat sisi lain dari sebuah Negara Indonesia. Tak semua orang Indonesia barat bisa menginjak Indonesia timur. Saya adalah satu diantara orang-orang pilihan itu. Setidaknya begitulah cara saya menghibur diri, sambil tetap berdo’a semoga secepatnya bisa pindah ke daerah barat, Amiiin…:). (do’a kiki di Wall saya aminkan sepenuh hati….) Betulkan Pri, Yen, Cyt, Ut dan Lin????

Ada banyak cerita yang ingin saya kisahkan, tapi mungkin nanti di kisah yang berbeda.
Kota Luwuk, Kota yang baru pertama saya dengar, Kota yang baru pertama saya datangi dan disinilah perjuangan saya baru saja dimulai...